News  
   
    Health
 

Tifus

“Tifus ini sebenarnya merupakan penyakit infeksi yang mengenai bagian usus yang disebabkan oleh kuman atau bakteri, salmona pipi, tifus ini merupakan penyakit endemic di Indonesia,”
terang Dr. Lukman.

 
 

Penyakit ini jarang ditemui secara endemic melainkan ditemukan secara sporadis atau menyebar berbeda dengan DB. Tifus dapat ditemui sepanjang tahun, berbeda dengan DBD yang banyak menjangkit pada masa musim penghujan.

Gejalanya berbeda dengan DBD, pada Tifus penderita mengalami demam tinggi terutama sore dan malam hari, siang hari merasa lebih nyaman, mual dan muntah serta pusing. Sumber penularan dari orang lain, atau dari carrier atau orang sudah memiliki kumannya namun mereka tidak sakit. Jika fisik lemah dan tidak fit maka kuman ini akan berkembang biak. Bagaimana kuman bisa masuk dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang kurang bersih, tidak dimasak sempurna jadi kuman-kuman tidak 100% mati. Sebagian kuman dihancurkan di lambung kemudian makanan yang masuk disalurkan ke usus halus. Faktor kebersihan merupakan faktor utama di dalam penyebaran penyakit Tifus ini.

Pada gejala penyakit Tifus biasanya dilakukan pemeriksaan widal, yang diperiksa yaitu antibodi karena ada kuman Tifus yang masuk ke tubuh. Jika antibodinya positif maka dapat dipastikan ada kuman Tifoid yang masuk. Pengobatan biasanya ditangani dengan antibiotik yang harus dikonsumsi hingga habis.

Cara pertolongan pertama pada penyakit Tifus penderita harus makan dengan teratur, cegah tubuh agar tidak terlalu letih dengan beristirahat total. Dapatkah Tifus berkembang menjadi penyakit yang lebih lanjut atau komplikasi. Tahap komplikasi ini terjadi setelah 2-3 minggu jika Tifus tidak ditangani dengan tepat atau bahkan tidak ditangani sama sekali.

Komplikasi ini bisa berupa usus hingga terluka, pendarahan di usus hingga usus berlubang. Kita tidak perlu cemas akan terjadinya komplikasi, karena masyarakat kita sudah sangat aware atau sadar dengan kesehatan.

Selama bisa makan dan minum secara teratur di rumah maka dr. Lukman menyatakan pasien masih bisa rawat jalan di rumah. Jika setelah 3 hari penderita Tifus yang dirawat di rumah masih belum membaik juga sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit atau ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Makanlah makanan yang lunak dan makanan rendah serat seperti buah dan sayuran sebaiknya dikurangi dulu. Secara umum tidak ada makanan lain yang terlalu dipantang.

Untuk anak-anak sebaiknya orangtua membekali anak dengan makanan dari rumah sehingga jajanan sembarangan dapat dikurangi.

 
     

 
 
History of Padang     
Padang Culiner     
Padang Tourism Objects