| Puting Beliung Hantam Rumah Gadang |
| |
|
Angin puting beliung kembali memporak-porandakan permukiman warga.
Kemarin, dua rumah dan satu gudang furniture rusak berat di Jalan Tabing-Lubuk Minturun No 21 RT 02 RW 03, Bungopasang, Kototangah, dihondoh angin puting beliung, Rabu malam (1/2). |
|
|
| |
Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini.
Satu gudang furniture milik Muhammad Akhir, 40, atapnya diterbangkan angin. Dua rumah lagi, satu di antaranya rumah gadang berusia 150 tahun milik Darmilus, 53, dan rumah semi permanen milik Rafizah, 42, juga diporak-porandakan puting beliung.
“Saat kejadian saya dan keluarga baru selesai makan malam. Tiba-tiba terdengar angin kencang dan bunyi atap rumah berderit-derit. Sesaat kemudian barulah kami mendengar bunyi bangunan rumah berderit seperti gempa, kami panik dan langsung berhamburan keluar rumah,” terang Syafri Karim , 53, ipar M Akhir yang malam itu berada di rumah tersebut.
Begitu sampai di luar rumah, ia melihat angin menerbangkan atap rumah dan gudang. “Gudang furniture yang luasnya ada sekitar 10x12 meter, atapnya terbang dan tersangkut di atas atap rumah gadang. Bahkan atap rumah yang lain ada yang sampai ke jalan diterbangkan puting beliung,” ujarnya, kemarin (2/2).
Darmilus, pemilik rumah gadang, menceritakan, begitu mendengar suara gemuruh, ia langsung keluar rumah. “Saya takut karena sendiri di rumah. Begitu saya dengar bunyi seperti gemuruh, saya langsung loncat. Ternyata, atap gudang furniture, sudah berada di atas rumah saya,” katanya.
Serpihan atap rumah tampak berserakan. Beberapa warga bahu membahu merapikan atap rumah yang berserakan. Di lokasi kejadian, terlihat beberapa petugas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Lurah Bungopasang, melakukan pendataan.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Syafrizal mengatakan, bencana itu, belum bisa dipastikan apakah puting beliung atau angin kencang biasa.
“Sifatnya dadakan. Jadi kita tidak bisa prediksi akan datangnya angin itu,” jelasnya.
Tambahnya, tropikal siklon yang teradi di Samudera Hindia dua minggu terakhir yang menyebabkan terjadinya penumpukan awan, hingga tiba-tiba hujan turun disertai angin kencang.
“Kita belum bisa memastikan apakah angin kencang masih mengancam ke depannya,” katanya.
Namun begitu, Syafrizal mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap ancaman bencana, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana. “Untuk sementara daerah kita masih bisa terancam angin kencang, karena cuaca yang tidak menentu,” imbaunya. (padangekspres.co.id) |
|
| |
|
|
|
|
|